Selasa, 20 Mei 2014

Makam-makam Para Raja Dan Ratu di Cantung dan Sekitarnya

Cantung atau Kelumpang hulu sejauh 311 KM dari Bandara Syamsudin Noor Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Kita dapat menempuh sekitar 6-7 jam perjalanan sampai kota Cantung dengan naik Travel. Ongkosnya sekitar Rp.200 ribu.

Pusat Kota Cantung dahulu adalah BANUA LAWAS yang sekarang menjadi desa. Sebelum adanya jalan Raya Trans Kalsel yang di buat sekitar tahun 1982,  Cantung hanya dapat di tembus dengan melalui aliran Sungai Cantung.  Menuju desa Banua Lawas dapat kita tempuh sekitar +/- 6 Km. Disana terdapat kompleks makam Para Raja.

Pada Tahun 1862 di waktu  Raja Aji Madura berkuasa,  sepupu beliau Gusti Rachman  dengan gelar Pangeran Adipati alias "Dindin Papan " melarikan diri ke Cantung ketika terjadi Perang Banjar. Gusti Rachman membawa sekitar 300 prajurit yang bersenjatakan keris dan tombak.
Menurut cerita penduduk setempat sungai Cantung berubah warna menjadi merah, karena banyak tentara belanda dan prajurit Pangeran Adipati yang gugur dan di buang ke sungai.
Gusti Rachman tertangkap tetapi ke 2 anaknya Gusti Awang dan Gusti Mastop gugur.



cuplikan buku tentang peperangan Pangeran Adipati melawan Belanda





Makam Besar di Desa Banua Lawas, Cantung




Makam Ratu Intan2 ( Aji Tukul) dan Aji pati ( Pangeran Agong)
Lokasi Makam Ratu Intan 2 dan Pangeran Agong terletak sekitar 25 KM dari Cantung ke arah utara atau di daerah Bangkalaan Melayu. Daerah Bangkalaan Melayu berseberangan dengan Bangkalaan Dayak.Menurut cerita penduduk setempat, Ratu Intan 2 dan Aji Pati sudah beragama Islam dan mensyiarkan agama Islam..sedangkan daerah Bangkalaan Dayak masih menganut agama "KAHARINGAN" 
Makam tersebut sudah di Pugar oleh Pemda Kota Baru. Ratu Intan 2 adalah Perkawinan dari Raja  Aji Jawa dengan Gusti Kamil BT Gusti kamir. Lokasi Makam sudah di jadikan Cagar Budaya dan sudah banyak di ziarahi dari Peziarah  berbagai daerah di Kalimantan Selatan


Makam Ratu Intan 2 dan Makam Aji Pati ( Pangeran Agong)




Makam Ratu Intan 1, Makam Aji Semarang dan Makam Gusti Ali Akbar 

Lokasi Makam Ratu Intan 1 berada di Daerah Bakau kecamatan Pamukan sekitar 150 Km atau setara dengan 3 jam perjalanan memakai mobil.dari Cantung . Kita akan melewati daerah Perkebunan Sawit. Di belakang Makam Ratu Intan 1 juga terdapat Makam Aji Semarang atau bergelar Pangeran Muda Arifbillah yang adalah Cucu dari Ratu Intan 1.

Ada beberapa meriam yang berhasil di pindah dari Bekas Kerajaan Ratu Intan 1 yang berlokasi di seberang Makam. Pemindahan nya cukup unik. Konon ada seseorang yang sanggup memindahkan meriam2 tersebut tanpa bantuan alat berat, tetapi di pindah dengan cara di panggul. Dan menurut cerita penduduk setempat, hanya keturunannyalah yang dapat mengangkatnya. 


Diluar lokasi Makam yang berada di belakang , akan kita temukan Makam salah satu anggota badan dari Gusti Ali Akbar yang dulu berwasiat atau berikrar agar tubuh beliau bisa berada di 4 daerah.



Makam Pangeran Mangku Prabu Jaya 
Makam tersebut berada di daerah Manunggul Lama sekarang berada di kecamatan Sungai Durian. Dari Cantung sekitar 120 Km atau setara 3 Jam berkendara dengan mobil.
Pangeran Mangku Prabu Jaya adalah Seorang Raja dari Kerajaan Sampanahan. Pangeran Mangku Prabu Jaya adalah Putra dari Sultan Ali Akbar (Gusti Ali Akbar) nama kecil beliau adalah Gusti Hina. Sungguh sangat di sayangkan makam tersebut belum di sentuh oleh Pemda sebagai aset warisan budaya.



Makam Pangeran Mangku Prabu Jaya bin Sultan Ali Akbar



Makam Raja Aji Jawa
Makam Raja Aji Jawa terletak di Gunung Jawa  Desa Sakadoyan Kecamatan Cengaal. Bila kita dari Sungai Durian jaraknya sekitar 40 Km melalui perkebunan sawit, atau setara 1,5 Jam. Raja Aji Jawa adalah Raja yang menyatukan 6 Kerajaan yang dahulunya di kuasai oleh Kerajaan Paser. Pada masa kekuasaan Raja Aji Jawa mewajibkan setiap pendatang dari Tanah Jawa agar membawa bibit Pohon Jati. maka jika kita berziarah akan banyak terlihat banyak Pohon Jati. Dahulu sekitar tahun 1991 apabila kita akan berziarah harus melalui laut dan di tempuh sekitar 8 Jam memakai perahu Klotok. Sungguh sangat di sayangkan juga Makam Raja Aji Jawa ini juga belum tersentuh oleh Pemda sebagai warisan budaya.



Makam Raja Aji Jawa yang berada di Gunung Jawa, desa Sakadoyan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar